Dear engkau yg membahagiakan hati
berjalan bersebrangan sanubari, bersembunyi dibalik remangnya mimpi
yang merindu memanja tentang cerita anak muda yang jatuh cinta
sungguh kisah hati yang luruh, bercerita tentang berbagi kerinduan hati yang berharmoni
aku yang memandang jauh bersebrangan mata
berkelahi bersama ironi, mencoba meniup awan diatas redupnya malam
hidup ini simfoni berdawai tanpa nada
berawal dari perpisahan dan berakhir dalam perjumpaan hitungan jam
Metronom mini berdentang
alunan perkusi terasa pahit
Siapa sesungguhnya engkau yang dulu pernah datang??
lalu pergi tanpa pamit..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar